Black Moustache

Rabu, 18 Juli 2012

Lagi-lagi Kau Curi Budaya-ku !

               Curi curii kau curi lagii hooo.ooo.. Hmm kali ini kita bukan mau bahas tentang kasus pencurian yak, apalagi kalo kasus pencurian sandal di masjid. Coba kita bayangkan kalo ada yang meniru kita itu rasanya..... #isisendiri dan apalagi kalo dia ngaku-ngaku bahwa kita yang niru-niru dia itu rasanya........ #isisendiri. Yang pasti rasanya bukan kaya terbang bersama paus akrobatis kemudian jatuh ke ladang gandum coco crunch ya. Pasti rasanya jleb.. jleb banget kaya ditusuk dari belakang sama orang yang kita cintai #galau.

              Oke back to topic, sekarang kita tinggal di negara Indonesia. Sudah tahukah kamu apa aja sih budaya yang ada di Indonesia ? Jangan bilang banyak, tapi kamu nggak bisa nyebutin apa aja yang ada. Itu sih sama aja bohong, budaya di Indonesia ada berbagai ragam dari berbagai suku yang tetap menjadi satu kesatuan dalam satu semboyan Bhinekka Tunggal Ika. Berikut ini adalah contoh dari budaya Indonesia :


1. Batik
Batik adalah salah satu kebudayaan Indonesia yang harus dilestarikan, kabarnya batik telah di klaim oleh salah satu negara di benua asia ini. Akhirnya Indonesia mencantumkan batik di UNESCO sebagai Warisan Budaya tak Benda.

2. Tari Pendet
Tari pendet adalah budaya asli Indonesia, kalian bisa melihatnya ketika ada di Bali. Kebudayaan ini adalah kebudayaan agama Hindu, makanya cuma ada di Bali. Dan kabarnya ada negara yang menjadikan ini sebagai tarian selamat datang, sudah tahukah kalian ?

3. Wayang Kulit
Wayang Kulit adalah budaya khas Indonesia, sudah dinyatakan oleh UNESCO pada tanggal 27 November 2003, sebagai karya kebudayaan yang mengagumkan dalam bidang cerita narasi.

                  Dan masih banyak lagi yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu, lalu bagaimana jika budaya kita di Klaim/ di Akui oleh negara lain ? Apakah yang akan kita lakukan ? Tentunya, saling hujat menghujat bukanlah cara penyelesaian masalah yang benar. Mengapa budaya kita bisa sampai diakui oleh negara lain ? (FYI : Banyak WNI yang pindah tempat tinggal ke negara lain, dan mengajarkan budaya yang dibawanya disana). Sebenarnya hal ini akan berdampak positif jika hanya memperkenalkan saja, namun ada sebagian kaum kecil yang mengompori bahawa kebudayaan tersebut milik mereka. Hal inilah yang menyebabkan seluruh WNI ngamuk dan saling menjelek-jelekan negara lain (akibat tidak dapat mengontrol emosi).

                   Tapi rumornya pemerintah negara lain juga mendukung atau mengakui bahwa kebudayaan tersebut milik mereka, padahal sudah jelas ada buktinya bahwa kebudayaan tersebut asli milik kita (Bangsa Indonesia). Lalu apakah yang akan terjadi selanjutnya ? Marilah kita berdoa agar negara Indonesia yang kaya raya ini dapat sukses kembali seperti masa jaya-jayanya dahulu di masa pemerintahan Presiden Ir. Soekarno.

                 Yuk lanjut baca yuuk.. Gue lahir di Jakarta, besar di Bekasi dan sekarang tinggal di Surabaya. Namun semua yang udah dilewatin nggak mungkin dilewatin gitu aja, pasti ada hal yang menarik dong. Pertama kita bahas tentang kebudayaan Jakarta, yap di Jakarta ini umumnya yang ada adalah kebudayaan betawi dan di dominasi oleh kebudayaan lainya seperti Jawa, Sunda, Minang, Batak, Inggris dan Tionghoa. Kebudayaanya adalah sebagai berikut :

1. Seni Tari
               Di Jakarta juga ada loh seni tarinya, seni tari di Jakarta pada awalnya di dominasi oleh kebudayaan Sunda dan Tionghoa. seperti tarianya memiliki corak Jaipong dengan kostum khas penari opera Beijing. Saat ini seni tari disana sudah berkembang menjadi seni tari dengan gaya koreografi yang dinamis. Berikut ini adalah screenshoot seni tari jakarta :

Sumber :  Disini 

Sumber :  Disini 

Sumber :  Disini 
2. Ondel-Ondel
               Siapa sih yang nggak tau ondel-ondel ? Apalagi yang tinggal di Jakarta pastinya udah sering liat ondel-ondel di acara sunatan atau pernikahan. Ondel-ondel yang berupa boneka besar itu tingginya sekitar ± 2,5 m dengan garis tengah ± 80 cm, dibuat dari anyaman bambu yang disiapkan begitu rupa sehingga mudah dipikul dari dalarnnya. Bagian wajah berupa topeng atau kedok, dengan rambut kepala dibuat dari ijuk. Wajah ondel-ondel laki-laki di cat dengan warna merah, sedang yang perempuan dicat dengan warna putih. Bentuk pertunjukan ini banyak persamaannya dengan yang terdapat di beberapa daerah lain.

Sumber :  Disini 
Oke lanjut setelah kebudayaan Jakarta kita beralih ke Bekasi, Bekasi kayanya sama deh sama Jakarta karena masih berdekatan dan berkaitan. Rat-rata orang bekasi adalah suku Betawi namun di dominasi oleh suku lain. Karena Jakarta sama dengan Bekasi, yuk kita ke Surabaya aja. Ada apa aja sih di Surabaya ?

Ludruk dan Tari Remo
               Ludruk merupakan kesenian drama tradisional dari Jawa Timur. Ludruk merupakan suatu drama tradisional yang diperagakan oleh sebuah grup kesenian yang di gelarkan disebuah panggung dengan mengambil cerita tentang kehidupan rakyat sehari-hari, cerita perjuangan dan lain sebagainya yang diselingi dengan lawakan dan diiringi dengan gamelan sebagai musik. Dialog/monolog dalam ludruk bersifat menghibur dan membuat penontonnya tertawa, menggunakan bahasa khas Surabaya, meski kadang-kadang ada bintang tamu dari daerah lain seperti Jombang, Malang, Madura, Madiun dengan logat yang berbeda. Bahasa lugas yang digunakan pada ludruk, membuat dia mudah diserap oleh kalangan non intelek (tukang becak, peronda, sopir angkutan umum).

Tari Remo
               Sebuah pementasan ludruk biasa dimulai dengan Tari Remo dan diselingi dengan pementasan seorang tokoh yang memerakan "Pak Sakera", seorang jagoan Madura. Ludruk berbeda dengan ketoprak dari Jawa Tengah. Cerita ketoprak sering diambil dari kisah zaman dulu (sejarah maupun dongeng), dan bersifat menyampaikan pesan tertentu. Sementara ludruk menceritakan cerita hidup sehari-hari (biasanya) kalangan wong cilik.

              Selain kesenian khas di atas, budaya panggilan arek (sebutan khas Surabaya) diterjemahkan sebagai Cak untuk laki-laki dan Ning untuk wanita. Sebagai upaya untuk melestarikan budaya, setiap satu tahun sekali diadakan pemilihan Cak & Ning Surabaya. Cak & Ning Surabaya dan para finalis terpilih merupakan duta wisata dan ikon generasi muda kota Surabaya.

            Setiap setahun sekali diadakan Festival Cak Durasim (FCD), yakni sebuah festival seni untuk melestarikan budaya Surabaya dan Jawa Timur pada umumnya. Festival Cak Durasim ini biasanya diadakan di Gedung Cak Durasim, Surabaya. Selain itu ada juga Festival Seni Surabaya (FSS) yang mengangkat segala macam bentuk kesenian misalnya teater, tari, musik, seminar sastra, pameran lukisan. pengisi acara biasanya selain dari kelompok seni di surabaya juga berasal dari luar surabaya. diramaikan pula pemutaran film layar tancap, pameran kaos oblong dan lain sebagainya. diadakan setiap satu tahun sekali di bulan juni bertempat di Balai Pemuda.

             Setelah kita bolak-balik dari Jakarta, Surabaya, Bekasi sekarang yuk kita ke Point Utamanya (bacanya jangan ambigu ya) . Kira-kira apasih poin utamanya ? Setelah diteliti dari judul post diatas dan dikutip dari berbagai sumber. Menyatakan bahwa budaya kita telah DICURI, terus dicuri sama siapa sih ? Kok bisa ? Untuk lebih lanjutnya silahkan baca referensi berikut ini :
Sekarang semua bukti sudah jelas bukan ? Bukan hanya mencuri budaya, namun mereka juga membully bahkan membuat website yang menjelek-jelekkan Indonesia.

Lalu apa tindakkan kita sekarang ? 

FYI : Sebuah negara menghasut rakyat Indonesia dengan produk-produknya, dengan mata telanjang mereka tidak menonjolkan bahwa mereka menghasut (umat Islam) namun jika diteliti pergerakkan mereka sudah sangat jauh sampai saat ini (nama negara ini dirahasiakan, silahkan cari tahu sendiri).

Sudah saatnya kita berpikir secara ilmiah tidak hanya berpikir pendek, sudah saatnya kita melwan semua hal negatif dengan hal positif, sudah saatnya kita melawan api dengan air, sudah saatnya kita menghentikan aksi curi budaya ini.

Semua bukti telah menunjukkan, telah mengarahkan bahwa... #isisendiri

Cara bertindak yang baik dan benar :

1. Mulailah menggunakan produk-produk ASLI INDONESIA
2. Lestarikan budaya Indonesia, jangan sampai kita sendiri tidak tahu budaya Indonesia
3. Jangan terpancing emosi untuk berkata-kata kotor di sebuah forum atau website yang menjelek-jelekkan Indonesia.
4. Laporkan sebagai spam jika menemui akun jejaring sosial yang membully/menjelek-jelekkan Indonesia (jangan lupa sertakan screenshotnya)     


Saya sebagai warga Indonesia, menyampaikan kekecewaan yang teramat mendalam karena dengan tindakkan bodoh anda mengklaim budaya kami, bahkan menjelek-jelekkan negara kami.

Kami mohon HENTIKAN TINDAKAN BODOH TERSEBUT !

Jangan curi budaya kami lagi, sudah cukup semua ini harus di akhiri. Sudah saatnya dunia merasakan kedamaian antara satu negara dengan negara lain.

Sudah saatnya bagi kalian yang merasa mengklaim budaya kami, tolong baca kembali artikel ini Klik Disini,
sekali lagi tolong hentikan 
AKSI PENCURIAN/PENGKLAIMAN BUDAYA ini .

Demikian lah hal yang dapat gue sampein, somoga kalian sadar dan mengerti sebenarnya apa tujuan kalian melakukan hal-hal tersebut. Kami sebagai bangsa Indonesia tentunya sangat kecewa dengan tindakan yang kalian perbuat, kurang lebihnya mohon maaf. Wassalam.








Ping your blog, website, or RSS feed for Free

10 komentar:

  1. semoga tulisan mas bisa dibaca oleh warga malaysia

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dan semoga mereka cepat menyadarinya, Aamiin :)

      Hapus
  2. Ludruk merupakan kesenian rakyat yang sangat merakyat...

    mari lestarikan terus budaya Indonesia....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yoyoi, sering nonoton ndak kang ? Hehe

      Hapus
  3. Jadi ingin nonton Festival Cak Durasim dan Festifal Seni Surabaya... nanti deh kalau ke Surabaya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaa, enak loh di Surabaya. Kalo kesini jangan lupa makan Lontong Balap, Rawon Setan dan wisata kuliner lain yg uenakkk :D

      Hapus
  4. Ludruk! Dulu gue sering banget nonton kesenian ini... ( >__O)b
    Btw, postingannya keren!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo dong nonton lagiii :D
      hehe makasih bang :))

      Hapus

Komentar apa aja boleh, asal yang sopan ya. Biar semua kalangan bisa baca, dan nggak ada yang merasa dirugikan. Kritik dan sarannya gue tunggu loh :))

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...